Rabu, 11 Februari 2015


مَعْنَى اْلإِلَهِ
Kandungan Kata “Ilah”
Pertemuan 5

Kata ILAH

      Terdiri atas tiga hurup: alif, laam, dan haa
      Kalau merujuk ke kamus besar bahasa Arab maka ALIHA itu memiliki beberapa arti
     Tenang/tentram (سَكَنَ إِلَيْهِ)
     Memohon perlindungan (اِسْتَجَارَ بِهِ)
     Yang dituju karena rindunya (اِشْتَاقَ إِلَيْهِ)
     Paling dicintai/dirindukan (وُلِعَ بِهِ)
     Mengabdi (عَبَدَهُ)

Tenang/Tentram (سَكَنَ إِلَيْهِ)
      Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dapat memberikan ketenangan dan ketentraman kecuali Allah”
      Seorang Muslim harus yakin bahwa tidak ada yang dapat menenangkan dan menentramkan kecuali menjalin hubungan dengan Allah
      13:28 أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram)
      10:7 ridho dan merasa tenang dengan kehidupan dunia (وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا)
Memohon Perlindungan (اِسْتَجَارَ بِهِ)
      Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dapat memberikan perlindungan kecuali Allah”
      72:6 minta perlindungan kepada jin, didapati adalah bencana dan dosa
      Hadits: meski semua makhluk melindungi seseorang tapi Allah hendak menimpakan bencana, maka akan tertimpa bencana. Begitu pula sebaliknya
Yang Dituju Karena Rindunya (اِشْتَاقَ إِلَيْهِ)
      Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dituju karena rindunya kecuali Allah”
      اللهُ غَايَتُنَا Allah tujuan kami
      51:50-51 larilah kamu menuju Allah
     Kalau lari, tabiatnya muka ke depan dan tidak berpaling ke kiri dan ke kanan
     Jangan terbuai dengan dunia dan orang lain
      18:28 وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ  (janganlah kedua matamu berpaling dari mereka)
Paling Dicintai/Dirindukan (وُلِعَ بِهِ)
      Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dicintai atau dirindukan kecuali Allah”
      Boleh kita cinta anak, harta, dan yang lainnya, tapi yang paling dcintai haruslah Allah
      2:165 kecintaan seorang mu’min kepada Allah harus sangat cinta, bukan sama cintanya dengan kepada selainNya
      Kenapa cintai tertinggi harus kepada Allah?
     Karena tabiat cinta itu menuntut pengorbanan
     Menuruti tuntutan anak, istri, dan lainnya tidak boleh bertentangan dengan Allah

Mengabdi (عَبَدَهُ)

      Ini arti ilah yang merangkum semua arti ilah di atas
      Karena mengabdi berarti
     Merasa tenang
     Minta perlindungan
     Menuju karena rindunya
     Mencintai
      Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang berhak diabdi kecuali Allah”
Ilah Satu-satunya Allah SWT
      Yang kita berikan cinta yang sempurna, penghinaan diri yang sempurna, ketundukan yang sempurna hanyalah Allah
      Yang memiliki otoritas, ketaatan, dan kedaulatan hanyalah Allah saja
      20:14 Aku Allah maka sembahlah Aku (إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي )

كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا
Kalimat Allah adalah Yang Tertinggi

1.      Itulah gambaran kalimat لاإله إلاالله
Hasilnya adalah keimanan yang kokoh
2.      لاإله tanpa إلاالله
Menolak kebatilan tanpa mau menerima kebenaran
Hasilnya kebatilan lagi
Mungkin hanya rupanya yang berbeda, tapi tetap kebatilan (kebatilan baru)
Contoh: menolak kapitalisme tapi tidak mau menerima Islam, hasilnya sosialisme/komunisme
3.      إلاالله tanpa لاإله
Mengakui kebenaran tapi tidak mau menolak kebatilan

4.      Semua dibabat dan tidak mengakui kebenaran, berarti ATEIS
Ateis adalah paham yang buruk karena tidak mengakui adanya tuhan

Islam vs Non-Islam
      Islam memiliki ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi yang berbeda dengan Non-Islam
      Merujuk pada materi “Al-Wala wal-Bara”, maka Islam telah membersihkan dirinya sebersih-bersihnya dari segala kotoran Non-Islam

Syahadatain vs Ideologi Jahiliyah
      Ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi Islam yang bersih itu bersumber dari syahadatain
      Sedangkan Non-Islam berasal dari pemikiran-pemikiran atau ideologi jahiliyah
     Ideologi yang tumbuh dari tumpukan dosa-dosa
     Padahal dosa itu menimbulkan bintik hitam (نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ) dalam hati (83:14)
     Apabila tidak dibersihkan dengan taubat, maka akan menutupi hati (2:7)
     Akhirnya dosa itu ditetapkan sebagai hukum

Kalimat Allah vs Kalimat Orang Kafir
       Syahadatain itu adalah Kalimat Allah (9:40), berasal dari Allah SWT
      Sedangkan ideologi jahiliyah bersumber dari ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi orang-orang kafir (9:40, 74)
     Mereka bagaikan berada di samudra yang dalam, gelap, ombak bergulung-gulung, tidak bisa melihat apapun bahkan dirinya sendiri pun tidak (24:40)

Kalimat Allah itu Tinggi
      Kalimat Allah itulah yang tinggi, mulia (9:40)
     Karena semua kemuliaan memang hanya milik Allah (10:65)
      Sedangkan kalimat orang-orang kafir itu rendah, hina (9:40, 95:5 أَسْفَلَ سَافِلِينَ, 98:6 هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ)

Kalimat Tauhid vs Kalimat Syirik
      Kalimat Allah yang tinggi dan mulia itu adalah kalimat tauhid: لاإله إلا الله
      Sedangkan kalimat orang-orang kafir yang rendah itu adalah kalimat syirik
     Kemusyrikan bagaikan jatuh dari langit lalu dicerai-beraikan oleh burung akhirnya jatuh di tempat yang jauh (22:31)
     Kemusyrikan menyebabkan terpecahnya kepribadian, karena tidak fokus dalam pengabdian (39:29)

Kokoh vs Tidak Kokoh
      Kalimat yang baik pasti kokoh (14:24-25,27), karena
     Akar menghunjam kedalam bumi
     Cabang-cabangnya menjulang ke langit
     Buahnya ada sepanjang tahun
     Akan diucapkan kembali ketika di dalam kubur
     Segala yang bermanfaat akan tetap di bumi (13:17)
      Sedangkan kalimat yang buruk pasti tidak kokoh (14:26)
     Akarnya tercerabut dari bumi
     Tidak akan diucapkan ketika di dalam kubur
     Akan hilang (13:17)

Kuat vs Lemah
      Jadi syahadatain itu kuat
     Pasti menang (58:21)
كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
      Sedangkan ideologi jahiliyah itu lemah
     Pasti kalah dan hancur (17:81 زَهُوقًا)


مَرَاحِلُ التَّفَاعُلِ بِالشَّهَادَتَيْنِ
Tahapan Berinteraksi Dengan Syahadatain
Syahadatain Menghasilkan Cinta
      Syahadatain yang diucapkan harus menghasilkan cinta. Kenapa?
      Karena “ilah” itu artinya yang dianut (panutan)
      Orang tidak akan manut/taat kalau tidak setia (loyal)
      Tidak akan setia kalau tidak cinta
      Jadi tuntutan syahadatain: adanya cinta
      Cinta seperti apa?
Cinta yang Dituntut (مُقْتَضَيَاتُ الحُبِّ)
      Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ)
      Mencintai apa yang dicintai Allah dan RasulNya (مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)
      Membenci apa yang dibenci Allah dan RasulNya (بُغْضُ مَا أَبْغَضُهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ)
      Allah dan RasulNya lebih dicintai dari pada yang lain (9:24 dan 2:165)
     Tidak boleh SAMA CINTAnya (يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ)
     Tidak boleh LEBIH CINTA kepada yang lain (أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ)
     Harus SANGAT CINTAnya kepada Allah (أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ)
      لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
      “Tidak beriman seseorang dari kalian hingga menjadikan aku lebih dia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan manusia semuanya.’ (HR Bukhari)

Tanda-tanda Cinta (آيَاتُ المَحَبَّةِ)
      Mengikuti Rasul SAW (إِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ)
     3:31 قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي
      Berjihad di jalan Allah (الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ)
     49:15 bukti iman yang kokoh adalah jihad di jalan Allah
     Berani menanggung resiko
     Kata Ulama:
     مَحَبَّةُ الْمَحْبُوْبِ لاَ تُنَالُ إِلا بِاحْتَمَالِ الْمَكْرُوْهَةِ
     “Mencintai kekasih tidak akan tercapai kecauli dengan menanggung segala resiko”

Ridho (اَلرِّضَى)
      Kalau cintanya sangat tinggi, tentu dia akan RIDHO
      Apapun yang dikehendaki oleh yang dicintai tentu ia ridho menerimanya
      Siapa yang harus kita ridhoi?
     Allah sebagai Robb kita
     Islam sebagai agama kita
     Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul kita

Pendalaman dan Perluasan Materi
      Masalah ridho akan diperdalam pada materi khusus tentang ridho (A08)
      Masalah ridho juga akan diperluas di materi
     Ma’rifatullah               : ridho kepada Allah
     Ma’rifatul Islam          : ridho kepada Islam
     Ma’rifaturrasul            : ridho kepada Rasul SAW
      Sedangkan tentang manusia akan diperluas di materi ma’rifatul-insan

Syahadatain untuk Perubahan (التَّغْيِيْرُ)
      Syahadatain yang benar mampu merubah seseorang: berubah menjadi pribadi baru
      Berubah dari pribadi biasa menjadi PRIBADI YANG ISLAMI (الشَّخْصِيَّةُ الإِسْلاَمِيَّةُ)
     Pribadi yang diwarnai dengan warna syahadatain
     Pribadi yang punya sikap hidup tauhid
      Perubahan dimulai dari syahadatain, bukan dengan yang lain

0 komentar:

Popular Posts

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.